Sinergi Antara Franchisor dan Franchisee

franchise spa murah

Didalam kerjasama bisnis waralaba, pada umumnya terjadi hubungan yang pasang surut antara franchisor yakni pemilik waralaba dan franchisee yang tak lain adalah pihak yang membeli waralaba tersebut. Terkadang, hubungan antara keduanya bersinergi menjadi sangat dekat namun terkadang justru sebaliknya.

Periode sinergi hubungan antara keduanya dimulai ketika kerjasama awal terjalin yang ditandai oleh penandatanganan komitmen dan aturan franchise spa murah. Selanjutnya, periode sinergi hubungan antara keduanya dapat dikelompokkan seperti gambaran berikut ini:

  1. Saling tarik menarik

Biasanya masa saling tarik menarik bagaikan kutub utara dan kutub selatan ini terjalin hingga setahun pertama.  Dalam masa ini perhatian yang diberi oleh franchisor biasanya penuh sehingga perlakuan yang diperoleh oleh franchisee bisa dibilang cukup istimewa.

Karenanya, franchisee merasa jika pihaknya memperoleh perhatian penuh dan mendapat perlakuan istimewa sehingga franchisee akan berupaya menjalankan usahanya dengan sebaik mungkin dan hubungan antara keduanya terkesan rukun dan harmonis.

2. Menyadari dunia nyata

Masa dimana keduanya saling menyadari dunia nyata ini umumnya ditandai dengan semakin bertambahnya kesibukan masing-masing. Hal ini mengakibatkan komunikasi antara keduanya tidak lagi seperti awal menjalin kerjasama. Selain itu, konflik bisa saja timbul karena sesuatu hal.

Dalam situasi seperti ini, kedua belah pihak perlu mengevaluasi lagi apa alasan awal menjalin kerjasama supaya dapat saling berinstropeksi diri dan memperbaiki hubungan.

3. Menarik diri

Masa ini biasanya terjadi sesudah konflik muncul, disinilah masa kritis timbul. Pihak franchisee umumnya berfikir ulang tentang kerjasamanya. Hal ini karena sudah mendapat pengetahuan serta pengalaman dalam usahanya sehingga tanpa kehadiran franchisor usahanyapun dapat berjalan. Sementara franchisor juga mulai berfikir jika kehilangan satu franchiseenya tak akan berpengaruh terhadap bisnis waralabanya itu secara keseluruhan.

4. Pendewasaan

Penyelesaian konflik yang ada menjadi penentu pada masa pendewasaan ini. Tentunya, penyelesaian secara damai adalah keinginan bersama. Karenanya, masa inilah yang sangat menentukan keputusan selanjutnya.

Seperti itulah gambaran terkait dengan sinergi antara franchisor dan franchisee. Jika kedua belah pihak sama-sama memahami peran masing-masing maka sinergi dapat terus berlanjut. Selamat berbisnis waralaba.

Tulisan ini dipublikasikan di bisnis, Kecantikan. Tandai permalink.